HOME
HEADLINE NEWS :
 
Tampilkan postingan dengan label Tugas Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Makalah. Tampilkan semua postingan

Rabu

Contoh Makalah Hubungan perilaku konsumen Ekonomi Mikro

4 komentar
JAGO COPY - Salam Kompak - Salam Blogger. pada kesempatan ini saya mengupdate Artikel Makalah Ekonomi, awal dari makalah ini seorang kawan mintak bantu sama saya buatin Makalah Hubungan perilaku konsumen dalam Ekonomi Mikro, Saya langsung Surfing di dunia maya tanya sana sini, akhirnya saya tanya sama Mbah Google,langsung dikasih jawaban yang sangat bagus mudah dipahami... Makasih Google :) setelah saya kasih bahan ini kepada teman tadi saya langsung sharing buat sobat sobat yang juga membutuhkan..
Khusu makalah ini saya mengambil Bahan referensi dari berbagai Situs Penyedia Makalah.. saya tidak ingat situsnya! 
Bagian Utama Makalah
BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam ilmu ekonomi, secara luas konsumen di definisikan sebagai pengguna barang ataupun jasa. Sedangkan pasar juga dapat diartikan sebagai tempat bertemunya antara pembeli dan penjual yang menawarkan barang ataupun jasa sehingga terjadi proses jual beli.

Tidak lepas dan karakter individu konsumen, namun perilaku tersebut juga muncul karena gaya komunikasi produk, image building, trend an beragam hal lainnya. Namun ada benang merah yang bisa ditarik dan beragam konsumen yang ada dan dikelompokkan menjadi satu konsumen dengan ciri tertentu. Penggolongan konsumen berdasar ciri-ciri tertentunya sering disebut dengan perilaku konsumen.
konsumen memiliki karakter dan perilaku yang berbeda tergantung dan beragam aspek. Pasar di dunia modern semakin luas pengelompokannya, namun masih tetap bisa dikenali dengan pengelompokan pasar berdasar ciri-ciri tertentu.

Seringkali pengelompokan pasar ini disebut sebagai segmentasi pasar yang sangat berguna bagi para manager pemasaran untuk menjual produk ataupun jasanya pada pasar yang sesuai. Untuk itu penting sekali bagi para akademisi terlebih-lebih bagi para praktisi untuk mengenal segmentasi pasar dan perilaku konsumen pada pasar tersebut agar barang ataupun jasa yang akan ditawarkan bisa diterima dengan baik.
Maka makalah ini akan membahas secara umum mengenai hubungan antara perilaku konsumen dengan segmentasi pasar.

A. Perilaku Konsumen
B. Segmentasi Pasar
C. Perilaku Konsumen dan Segmentasi Pasar
  1. Tujuan
  2. Pentingnya segmentasi pasar
  3. Mamfaat
BAB 2
PENUTUP
Kesimpulan
Daftar Pustaka

Makalah Lengkapnya Sobat Bisa Download Dalam file Office Word
.
Selengkapnya

Minggu

Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia unsur S P O K

0 komentar
Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia unsur S P O K
Salam jagocopyer.. pada kesempatan ini saya seperti biasa akan mengupdate artikel yang tentunya berbeda pembahasannya, pada pembahasan kali ini saya mengambil judul Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia unsur S P O Kunsur S P O K kerena kita Warga Negara Indonesia dalam Bahasa kita harus mengetahui Unsur dan Pola KALIMAT DASAR yang benar atau yang telah disempurnakan.
Kalimat dasar adalah kalimat yang memiliki struktur inti (subjek, predikat, objek dan pelengkap), yang belum mengalami perubaha atau campuran bahasa.
  1. Kalimat dasar berpola S P Kalimat dasar ini memiliki unsure subjek sdan predikat. Predikat unuk unsur kalimat ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan, contoh :
    Mereka / sedang berenang - S P(kata kerja)
    Ayahnya / seorang guru - S P(kata benda)
    Gambar itu / bagus - S P (kata sifat)
  2. Kalimat dasar berpola S P O (bisa kalimat aktif pasif) . 
    Kalimat dasar ini memiliki unsure subjek, predikat, objek, Misalnya :
    Mereka / sedang menulis / karya tulis ilmiah - S P O
  3. Kalimat dasar berpola S P Pel .  Kalimat dasar ini memiliki unsure subjek, predikat, pelengkap, misalnya :
    Anaknya / beternak / ayam - S P pel.
  4. Kalimat dasar berpola S P O Pel (bisa kalimat aktif pasif) Contohnya :dia / mengirimi / saya / surat - S P O Pel.
  5. Kalimat dasar berpola S P K Kalimat dasar ini memiliki unsure subjek, predikat, keterangan Contohnya :
    saya / berasal / dari Wonosobo - S P K
  6. Kalimat Dasar Berpola S P O K (Bisa Kalimat Aktif Pasif) / Punya Objek 2
    Kalimat ini memiliki unsure yang komplit tapi tanpa pelengkap. Unsur itu antara lain subjek, predikat, objek, keterangan.contohnya : 
    Memasukkan / pakaian / ke dalam lemari - S P O
  7. Kalimat Dasar Berpola S P Pel.  Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya :
    Ungu / bermain / musik / di atas panggung. - S P Pel. K
  8. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
    Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan. S P O Pel. K

    Pola Kalimat Dasar Bahasa Indonesia
    Write : Jago Copy

Selengkapnya

ASUHAN KALA 2 PADA IBU BERSALIN

0 komentar
BAB II
PEMBAHASAN
ASUHAN KALA II PADA IBU BERSALIN
ASUHAN KALA 2
PEMANTAUAN IBU
1.      Kontraksi.
His atau kontraksi harus selalu dipantau selama kala II persalinan karena selain dorongan meneran pasien, kontaksi uterus merupakan kunci dari proses persalinan. Beberapa kriteria dalam pemantauan kontraksi uterus pada kala II.

a. Frekuensi lebih dari 3 kali dalam 10 menit.
b. Intensitas kontraksi kuat.
c. Durasi lebih dari 40 detik.
                                           
2.      Tanda-tanda kala II.
Bidan harus dapat mengidentifikasikan keadaan pasien mengenai tanda-tanda yang khas dari kala II sebagai patokan untuk melaksanakan persalinan kala II yang tepat. Kepastian dari diagnosis persalinan kala II sangat menentukan proses persalinan kala II itu sendiri.
Beberapa kriteria pasien sudah dalam persalinan kala II.
a.       Merasa ingin meneran dan biasanya sudah tidak bisa menahannya.
b.      Perinium menonjol.
c.       Merasa seperti ingin buang air besar.
d.      Lubang vagina dan sfingter ani membuka.
e.       Jumlah pengeluaran air ketuban meningkat (jika ketuban sudah pecah).

3.      Tanda-tanda Vital
Frekuensi pemeriksaan tanda-tanda vital meningkat selama kala II persalinan. Frekuensi ini dapat bervariasi pada setiap pelayan kesehatan, tetapi pada prinsipnya standar yang digunakan adalah sama. Standar pemeriksaan tanda-tanda vital adalah bahwa tekanan darah wanita harus diperiksa sesering mungkin terutama pada wanita dengan komplikasi preeklamsia ringan (PER), denyut nadi, suhu, serta pernapasan harus diperiksa setiap jam. Penting untuk diingat bahwa tekanan darah yang diperiksa adalah tekanan darah di antara kontraksi. Hal ini dikarenakan pada kala II saat adanya kontraksi, ibu sudah ada upaya untuk meneran, dan hal ini menyebabkan tekanan darah naik menjadi 10 mmHg.

Asuhan sayang ibu
Asuhan sayang ibu pada kala II meliputi hal-hal berikut.
a.  Menganjurkan agar ibu selalu didampingi oleh keluarganya selama proses persalinan dan kelahirannya bayinya. Hal ini dikarenakan hasil persalinan yang baik ternyata erat hubungannnya dengan dukungan dari keluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan.
b.      Menganjurkan keluarga ikut terlibat dalam asuhan.
c.       Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarganya dengan menjelaskan tahapan dan kemajuan persalinan atau kelahiran bayi pada mereka.
d.      Membantu ibu untuk meneran hanya bila ada dorongan kuat dan spontan untuk meneran pada saat pembukaan sudah lengkap. Meneran secara berlebihan menyebabkan ibu sulit bernapas sehingga terjadi kelelahan yang tidak dan meningkatkan resiko asfiksia pada bayi.
e.       Menganjurkan ibu untuk minum selama kala II persalinan.
f.       Memberikan rasa aman dan semangat serta tentramkan hatinya selama proses persalinan berlangsung.

4.      Kandung Kemih.
Pemantauan kandung kemih selama kala II persalinan merupakan lanjutan dari pemantauan pada kala I persalinan. Selama kala I bidan harus berusaha sedapat mungkin agar pasien dapat berkemih secara alamiah. Namun jika ditemukan adanya distensi pada kandung kemih, bidan perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemasangan kateter.
Beberapa pertimbangan bidan untuk melakukan pemasangan kateter pada pasien kala II.
a.       Ketidaknyamanan bagi pasien.
Selama tindakan pemasangan kateter, pasien pasti akan merasakan ketidaknyamanan yang mungkin akan dapat mempengaruhi semangatnya dalam meneran, namun jika kandung kemih memang benar –benar dalam keadaan distensi dan kemungkinan akan menggannggu proses kelahiran janin maka bidan harus mengambil keputusan yang tepat dengan pemberian informasi yang tepat kepada pasien dan keluarga.
b.      Apakah kandung kemih memang perlu untuk dikosongkan.
Sebelum mengosongkan kandung kemih, lakukan pengkajian dengan kriteria sebagai berikut.
1)      Apakah kandung kemih distensi ?
2)      Apakah pasien sudah berkemih dalam 2 jam terakhir?
3)      Kapan dan jenis intake cairan apakah yang masuk sejak terakhir berkemih?
c.       Peningkatan risiko infeksi kandung kemih akibat tindakan pemasangan kateter.
d.      Apakah bidan mengantisipasi komplikasi yang mungkin terjadi, misalnya perdarahan segera setelah lahir dan distosia bahu. Penatalaksanaan kedua komplikasi tersebut adalah agar pasien benar-benar memiliki kandung kemih yang kosong sehingga waktu tidak terbuang percuma untuk mengosongkan kandung kemih jika pertolongan terhadap penyulit memang benar-benar dilakukan.

5.      Hidrasi
Pemberian hidrasi pada kala II didasarkan pada perubahan fisiologi pada pasien kala II yang mengalami peningkatan suhu sehingga akan mengeluarkan lebih banyak keringat. Keadaan ini semakin bertambah jika ruangan tidak dilengkapi dengan pendinginan ruangan. Kondisi kekurangan cairan akibat berkeringat semakin meningkat pada primigravida karena kala II lebih panjang daripada multigravida. Tindakan hidrasi kondisi ini menjadi sangat vital jika keadaan pasien pada akhir kala I lemah, sehingga pasien perlu mendapatkan suplai energi berupa minuman yang manis.

6.      Kemajuan persalinan dan upaya meneran.
Kriteria kemajuan persalinan hasil dan upaya mendorong pasien yang efektif adalah sebagai berikut.
a.       Penonjolan perinium.
b.      Pembukaan anus.
c.       Mekanisme persalinan.
d.      Pada tahap selanjutnya semakin terlihatnya bagian terbawah janin di jalan lahir.
Upaya meneran pasien dipantau keefektifannya secara terus-menerus dengan menggunakan indikator-indikator kemajuan persalinan di atas.
Bimbingan cara meneran yang sudah diajarkan oleh bidan pada waktu-waktu sebelumnya bisa jadi tidak dapat dilaksanakan oleh pasien karena berbagai hal. Dalam kondisi ini bidan sebaiknya jangan menyalahkan apa yang dilakukan oleh pasien karena hal ini akan mempengaruhi kondisi psikologis dan semangat pasien. Untuk mengoreksinya, bidan cukup memberikan instruksi yang sederhana namun mudah untuk diikuti oleh pasien. Menunjukan kemajuan persalinan berupa semakin terlihatnya kepala janin setiap kali pasien berhasil melakukan dorongan yang efektif dengan menggunakan cermin akan sangat membantu meningkatkan semangat pasien.

7.      Intergritas Perinium.
Dalam memantau perinium, bidan mengidentifikasi elastisitas perinium beserta kondisi pasien serta TBJ (taksiran berat janin) untuk membuat keputusan dilakukannya episiotomi.

8.      Kebutuhan dan jenis episiotomi.
Indikasi utama untuk melakukan episiotomi adalah gawat janin, diharapkan dengan memperluas jalan lahir akan dapat mempercepat proses kelahiran sehingga tindakan resusitasi pada bayi dapat segera dilakukan.
Beberapa pertimbangan mengenai keputusan untuk melakukan episiotomi adalah sebagai berikut :
a.       Keyakinan bidan mengenai, apakah lebih baik dilakukan episiotomi atau membiarkan perinium robek jika kelahiran dengan perinium utuh tidak memungkinkan.
b.      Kebutuhan terhadap ruang untuk melakukan intervensi dan manipulasi yang diperlukan, pertimbangan ini terjadi pada kasus malpresentasi dan malposisi janin.
c.       Ukuran bayi dipertimbangkan untuk dilakukan episiotomi; biasanya spisiotomi dilakukan jika bayi prematur, TBJ kecil, atau pada TBJ>4000 gram.
d.      Pengendalian diri pasien. Jika pasien dapat mengendalikan diri dengan baik dan dapat melaksanakan intruksi bidan mengenai teknik meneran yang benar, bidan dapat mempertimbangkan untuk tidak melakukan episiotomi. Namun jika pasien sudah menunjukkan ketidakmampuannya untuk mengendalikan diri sejak dari awal persalinan, maka sebaiknya bidan sudah merencanakan untuk melakukan episiotomi.

Untuk lebih lengkapnya :
BAB I
BAB II
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
anda bisa langung mendownload file office word disini
Selengkapnya

MAKALAH HORMON TIROID DAN ANTI TIROID

0 komentar


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Struma adalah perbesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan pembengkakan di bagian depan leher (Dorland, 2002). Kelenjar tiroid terletak tepat dibawah laring pada kedua sisi dan sebelah anterior trakea. Tiroid menyekresikan dua hormon utama, tiroksin (T4), dan triiodotironin (T3), serta hormon kalsitonin yang mengatur metabolisme kalsium bersama dengan parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid (Guyton and Hall, 2007).
Kerja kelenjar tiroid ini dipengaruhi oleh kecukupan asupan iodium. Defisiensi hormon tiroid ini dapat menimbulkan gangguan tertentu yang spesifik. Cretinism, misalnya, yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan dibawah normal disertai dengan retardasi mental merupakan akibat dari hormon tiroid yang inadekuat pada saat perkembangan janin. Kekurangan asupan yodium yang biasanya terjadi pada daerah goiter (gondok) endemis banyak terjadi karena defisiensi yodium menyebabkan hipotiroidisme sehingga mengakibatkan pembengkakan kelenjar.

BAB II
PEMBAHASAN
HORMON TIROID DAN ANTI TIROID



Dasar diagnosis hipertiroidisme meliputi uji pengukuran langsung konsentrasi T3 dan T4 bebas (FT4 dan FT3), dan juga pengukuran konsentrasi TSH dan TSI plasma. Selain pemeriksaan dengan radioimmunoassay itu, penegakan diagnosis juga dapat merujuk pada gejala klinis sebagai konsekuensi mekanisme fisiologi yang terganggu, seperti timbulya exopthalmus, pembengkakan kelenjar, atau tremor otot. Pembengkakan kelenjar ini kemudian harus diperiksa lebih lanjut lagi, apakah menimbulkan rasa nyeri atau tidak, karena diagnosis banding tiroiditis dapat mengarah ke gejala goiter koloid endemik dan juga gejala hipertiroidisme. Gejala klinis yang timbul kemudian dinilai dengan menggunakan suatu indeks sebagai dasar diagnosis sebelum pemeriksaan laboratorium, yaitu indeks Wayne dan indeks New Castle, yang dapat membedakan antara hipotiroidisme dengan hipertiroidisme.
Pada hipertiroidisme, konsentrasi TSH plasma menurun, karena ada sesuatu yang “menyerupai” TSH menyuruh kelenjar tiroid mensekresikan hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme. Bahan “menyerupai” TSH yang menyuruh cAMP aktif terus menerus ini adalah antibodi imunoglobulin yang disebut TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin). Karena itu pada pasien hipertiroidisme, konsentrasi TSH menurun, sedangkan konsentrasi TSI meningkat.
Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid “dipaksa” mensekresikan hormon hingga diluar batas, sehingga untuk memenuhi “pesanan” tersebut, sel-sel sekretoris kelenjar tiroid membesar. Gejala klinis pasien yang sering berkeringat dan suka hawa dingin termasuk akibat dari sifat hormon tiroid yang kalorigenik, akibat peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal. Bahkan, akibat proses metabolisme yang “keluar jalur” ini, terkadang penderita hipertiroidisme mengalami kesulitan tidur. Efek pada kepekaan sinaps saraf yang mengandung tonus otot sebagai akibat dari hipertiroidisme ini menyebabkan terjadinya tremor otot yang halus dengan frekuensi 10-15 kali perdetik, sehingga penderita mengalami gemetar tangan yang abnormal. Nadi yang takikardi, atau diatas normal juga merupakan salah satu efek hormon tiroid pada sistem kardiovaskuler. Exopthalmus yang terjadi merupakan reaksi inflamasi autoimun yang mengenai daerah jaringan periorbital dan otot-otot ekstraokular, akibatnya bola mata terdesak keluar.
Hipotiroid mungkin terjadi karena pengangkatan sebagian kelenjar tiroid melalui pembedahan mungkin hanya menyisakan sedikit sel-sel sekretoris. Hipoparatiroid mungkin terjadi oleh karena ikut terangkatnya kelenjar paratiroid yang berada persis di belakang kelenjar tiroid. Akibatnya, sekresi PTH pun berkurang menjadi di bawah normal. Hiperparatiroid mungkin dapat terjadi karena tidak adanya efek kerja yang antagonis antara kalsitonin yang dihasilkan oleh sel-sel C kelenjar tiroid dengan PTH.
A.      Hormon Tiroid dan Paratiroid
Tahap pertama pembentukan hormon tiroid adalah pompa iodida dari darah ke dalam sel dan folikel kelenjar tiroid. Membran basal sel tiroid memompakan iodida masuk ke dalam sel yang disebut dengan penjeratan iodida (iodide trapping).  
Supaya mempermuda anda bisa langsung download file office word Download

Selengkapnya

Jumat

CONTOH MAKALAH SDM

0 komentar
Assalam Mu'alaikum Wr.Wb, Selamat sore sahabat Jago Copy, hari ini admin mengupdate Contoh Makalah SDM yang samplenya di ambil dari Profinsi Riau, oa sobat sorry ya kalau isi dari makalahnya agak kurang lengkap,
Kata pengantar, daftar isi, dan dafar pustaka sobat buat sendiri ya...?
Contoh Makalah SDM

PENDAHULUAN

1.     LATAR BELAKANG

Masalah kependudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan yang akhirnya akan bermuara pada tingkat pengangguran. Permasalahan dewasa ini adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang berpengaruh pada tingginya  penyediaan (supply) tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan pengangguran dan setengah pengangguran.
Kondisi ini merupakan permasalahan mendasar yang dihadapi  Provinsi Riau dalam menangani masalah ketenagakerja-an. Salah satu akibat utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup penduduk di negara berkembang dalam hal ini termasuk Indonesia adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia.
Jika dibandingkan dengan negara-negara maju pemanfaatan sumber daya yang dilakukan di Indonesia demikian juga halnya yang terjadi di Provinsi Riau relatif sangat rendah. Selain itu, yang menjadi permasalahan lagi adalah tidak semua mereka yang melakukan migrasi ke Provinsi Riau tersebut memiliki keahlian tertentu sehingga sebahagian dari mereka turut menambah jumlah penggangguran dan permasalahan ketenagakerjaan di daerah ini. Dan lebih parahnya lagi, jumlah pengangguran itu semakin tahun semakin bertambah.

BAB II
PEMBAHASAN
Adapun penyebab utamanya ada dua hal, pertama disebabkan adanya pengangguran terselubung, artinya orang-orang bekerja dibawah kapasitas optimalnya. Ini terlihat dari banyaknya tenaga kerja di daerah pedesaan maupun di perkotaan di Provinsi Riau yang bekerja di bawah jam kerja normal, mereka hanya bekerja harian, mingguan bahkan musiman. Yang kedua adalah karena tingginya tingkat pengangguran penuh atau terbuka, yakni orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.
Pengangguran terselubung di Provinsi Riau banyak terdapat pada sektor pertanian dan sektor-sektor informal, sepintas lalu mereka kelihatan bekerja secara penuh sepanjang hari. Namun sebenarnya untuk penyelesaian pekerjaan-pekerjaan yang biasa mereka tangani tersebut tidak memerlukan waktu sepanjang hari. Tekanan terhadap sektor industri seringkali mengakibatkan adanya pengangguran tertutup tersebut.
Apabila setiap pekerjaan yang tersedia selalu digarap beramai-ramai maka orang yang bersangkutan yakni separuh bekerja separuh menganggur tidak akan kelihatan jelas.
Dengan mempertimbangkan tingkat kelahiran yang terjadi di Provinsi Riau pada saat ini, maka bisa dipastikan bahwa penawaran tenaga kerja di Provinsi Riau akan meningkat. Hal ini berarti penyediaan lapangan kerja harus segera dilipatgandakan demi memenuhi tuntutan pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat tersebut. Sementara itu, daerah di Provinsi Riau terutama pada daerah perkotaan semakin padat dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit karena semakin banyak orang dari luar Provinsi Riau yang melakukan migrasi dalam rangka mencari pekerjaan.
Pertumbuhan lowongan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja ataupun jumlah mereka yang mencari pekerjaan menyebabkan terjadinya peningkatan pengangguran. Kondisi ini bukan saja terjadi dalam satu daerah tetapi juga antar daerah. Provinsi Riau yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan mengeliat perekonomiannya menjadi incaran para pencari kerja untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
Dari contoh data yang ada, terlihat bahwa pencari kerja dengan penempatan kerja kerja sangat tidak sebanding, hal inilah yang menjadikan jumlah pengangguran di Provinsi Riau tiap tahunnya selalu menunjukkan angka yang meningkat. Data di atas adalah data tahun 2006, sisa pencari kerja tahun 2005 untuk laki-laki berjumlah sebanyak 19.752 orang sedangkan perempuan sebanyak 16.881 orang. Sedangkan pencari kerja tahun 2006 untuk laki-laki sebanyak 17.489 orang dan perempuan 12.415 orang, lowongan yang akan diisi hanya untuk 1.363 orang laki-laki dan 1.175 orang perempuan. Pada saat yang sama juga dilakukan penghapusan, dimana untuk laki-laki sebanyak 3.147 orang dan perempuan sebanyak 2.485 orang, ini artinya sisa pencari kerja untuk tahun 2006 adalah, laki-laki sebanyak 20.636 orang dan perempuan sebanyak 14.900 orang. Sisa pencari kerja ini akan menjadi pengangguran kalau ia tidak berusaha untuk mencari pekerjaan lain pada waktu itu. Sisa pencari kerja ini biasanya akan berusaha untuk melamar kembali bulan atau tahun berikutnya, sehingga akan terjadi lagi kompetisi yang sangat ketat dalam memperebutkan sisa lowongan pekerjaan yang tersedia, karena jumlah pencari kerja ini akan semakin meningkat karena adanya pencari kerja yang baru diluar sisa pencari kerja yang gagal memasuki lowongan kerja tahun sebelumnya. Kondisi inilah yang sangat sulit untuk diatasi bagi Provinsi Riau. Pencari Kerja yang Belum Ditempatkan Menurut Profesi No.PROFESI Pencari Kerja yang Belum di Tempatkan (Awal Tahun 2007). Lowongan yang belum di Penuhi (Awal Tahun 2007) Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan1.2.3.4.5.6.7. Tenaga Teknik Ahli, Tenaga Pemerintahan , Tenaga Tata Usaha, Tenaga Usaha Penjualan, Tenaga Usaha jasa, Tenaga Pertanian, Tenaga Produksi, Operator dan Tenaga Lainnya 2.61541513.66313760619815.0972.73437113.7853709541287.29400000000000000 J U M L A H= 32.73125.63600 (Sumber : DISNAKER Provinsi Riau). Terlihat bahwa kebanyakan pencari kerja adalah tamatan universitas, namun sangat disayangkan lowongan kerja untuk mereka tidak ada sama sekali.
Dari berbagai profesi pencari kerja yang ada di Provinsi Riau, tenaga produksi, operator, alat angkutan dan tenaga lainnya merupakan yang paling banyak, yaitu untuk laki-laki sebanyak 15.097 orang atau 46.12 persen, sedangkan perempuan sebanyak 7.294 orang atau 28.45 persen. Tenaga tata usaha menempati urutan kedua, yaitu sebanyak 13.663 orang atau 41.74 persen untuk laki-laki dan 13.785 orang atau 53.77 persen untuk perempuan. Tenaga teknik/ahli juga masih banyak yang belum ditempatkan, yaitu sebanyak 2.615 orang atau 7.98 persen untuk laki-laki dan 2.734 orang atau 10.66 persen untuk perempuan. Namun sangat disayangkan, dari begitu banyak tenaga kerja yang belum ditempatkan disebabkan tidak ada lowongan pekerjaan sama sekali. Jumlah ini tiap tahun akan selalu bertambah, sementara lowongan yang tersedia sangat terbatas.

BAB III
PENUTUP

1)   KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa seandainya volume pekerjaan yang ada di bagi secara merata maka mereka akan segera kelihatan dan praktek pengangguran terlindungi yang tidak efisien itu akan lebih mudah terlihat, sehingga lebih mudah pula untuk diatasi.
Selain itu, diharapkan juga bagi mereka yang mempunyai keahlian agar bisa mengembangkan keahliannya tersebut untuk lebih bersikap mandiri, sehingga tidak menunggu lowongan pekerjaan yang tersedia baik di pemerintahan maupun di swasta.
Begitu juga hendaknya perusahaan baik lokal maupun asing agar lebih memperhatikan tenaga kerja lokal dalam mengambil tenaga kerja di perusahaan. Hal ini untuk menghindari ke-cemburuan sosial bagi penduduk tempatan, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Upaya Pemerintah Daerah dalam menghimbau perusahaan untuk mengambil tenaga kerja tempatan sudah dilakukan, sekarang tinggal bagaimana kepatuhan suatu perusahaan untuk melaksanakannya. Pemerintah Daerah harus bersikap tegas jika sekiranya suatu perusahaan tidak mematuhi peraturan yang sudah ditentukan. Jalan seperti inilah nantinya akan bisa mengurangi pengangguran yang ada di Provinsi Riau.

Sumber By : Berbagai Sumber
Editor : Admin Jago Copy - Jago Copy Blogspot
Selengkapnya

Senin

Contoh Makalah Dimensi Ekonomi Politik Domestik (Indonesia dan Internasional)

3 komentar


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
    Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Dunia kini memiliki karakteristik global. Artinya, integrasi dunia makin ketat dan kaitan antara satu negara dengan negara lain makin erat. Peristiwa di satu negara yang jauh, akan terdengar dan bahkan berimbas di negara-negara lain. Dalam hal politik luar negeri Indonesia, maka untuk menghadapi era globalisasi adalah bagaimana pelaksanaan politik luar negeri Indonesia tersebut dalam percaturan internasional. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia diarahkan pada prioritas mengupayakan dan mengamankan serta meningkatkan kerja sama dan dukungan negara-negara sahabat serta badan-badan internasional bagi percepatan pemulihan perekonomian nasional. Sekaligus mengupayakan pulihnya kepercayaan internasional terhadap tekad dan kemampuan pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis multidimensional yang sedang dihadapi saat ini. Dan untuk menumbuhkan kepercayaan dunia internasional tersebut, yang harus dilakukan dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah dengan kebijakan yang dapat memperkuat keunggulan diplomasi Indonesia.
    Globalisasi perekonomian telah menjadi hard fact bagi semua negara termasuk berlaku di negara-negara sedang berkembang. Bagi sebagian negara, terutama bagi negara industri maju, hal tersebut telah mendatangkan berkah. Namun bagi sebagian besar lainnya, terutama sebagian besar negara berkembang seperti Indonesia, belum banyak membawa manfaat. Indonesia, sebagai negara yang sedang berkembang, memanfaatkan globalisasi perekonomian tersebut sebagai suatu cara untuk menjalin kerja sama ekonomi bilateral maupun multilateral, baik kerja sama kemitraan ekonomi, kerja sama keuangan, investasi, perdagangan, maupun kerja sama secara umum yang menangani isu ekonomi dan keuangan. Dalam ekonomi internasional, diperlukan suatu kebijakan luar negeri Indonesia, di mana kebijakan tersebut dapat menyeimbangkan kedudukan ekonomi Indonesia dalam perekonomian internasional, seperti pada kenyataannya sekarang ini, bahwa perekonomian Amerika-lah yang menjadi patokan bagi perekonomian sebagian besar negara-negara di dunia.
  2. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana dimensi ekonomi politik domestik (Indonesia)?
    2. Bagaimana dimensi ekonomi politik internasional?
    3. Bagaimana kaitan antara keduanya?

  3. Tujuan1. Mendapatkan deskripsi tentang dimensi ekonomi politik domestik (Indonesia).2. Mendapatkan deskripsi tentang dimensi ekonomi politik internasional.3. Mendapatkan deskripsi tentang keterkaitan antara ekonomi politik domestik dan internasional.
  4. ManfaatMakalah ini diharapkan dapat menambah wawasan wacana pembaca khususnya dalam tema dimensi ekonomi politik domestik dan internasional serta keterkaitan keduanya.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. Dimensi ekonomi politik domestik (Indonesia).
    Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. 
    Terdapat beberapa pengaruh positif globalisasi terhadap politik luar negeri RI. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan Indonesia kini dijalankan secara lebih terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat sehingga rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
    Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
    Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa

    Namun demikian tidak ada hal yang benar-benar sempurna di dunia ini. Terdapat pula efek negatif globalisasi yang mempengaruhi Indonesia. Diantaranya globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
    Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut, dll.) membanjiri di Indonesia. Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar perilaku sesama warga.
    Dampak dari globalisasi di Indonesia, misalnya terjadinya krisis ekonomi 1997. Krisis telah mengangkat ke permukaan berbagai masalah domestik yang selama ini tersembunyi di balik keajaiban ekonomi dan pemerintahan yang otoriter. Selain itu, perubahan politik yang terjadi juga ditunjukkan fenomena desentralisasi dan menguatnya identitas kedaerahan. Situasi ini menyebabkan Indonesia menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus, terkait dengan identitasnya sebagai negara-bangsa. Beberapa faktor yang mengiringi krisis ini adalah pergerakan finansial di tiga kutub di dunia atau triad power (AS, Eropa, dan Jepang), faktor institusi finansial yang berkembang pesat, dan faktor spekulasi yang mengiringi dinamika gejolak finansial global.
    Harry G. Johnson melihat bahwa kebijaksanaan ekonomi yang digunakan oleh negara berkembang umumnya berorientasi pada ”nasionalisme ekonomi”. Diantaranya:

    1. Cita-cita sosialisme: negara lebih suka mengembangkan perusahaan negara daripada perusahaan swasta, pengendalian harga oleh pemerintah daripada oleh mekanisme pasar.
    2. Kekuatan ekonomi dalam negeri: kebijaksanaan ekonomi dipusatkan pada subtitusi impor dengan proteksi tinggi, tanpa menghiraukan efisiensi dan keuntungan komparatif dari impor.3. Kecurigaan terhadap usaha asing: investasi asing umumnya dilarang, walaupun modal dan tenaga managemen dan teknis sangat diperlukan.
  2. Dimensi ekonomi politik internasional.1. Pengertian ekonomi politik internasional (EPI).Ekonomi politik internasional merupakan studi tentang saling keterkaitan dan interaksi antara fenomena politik dengan ekonomi, antara ”negara” dengan ”pasar”, antara lingkungan domestik dengan yang internasional, dan antara pemerintah dengan masyarakat. Ekonomi didefinisikan sebagai produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan; sedangkan politik sebagai sehimpunan lembaga dan aturan yang mengatur berbagai interaksi sosial dan ekonomi.Dalam pengertian yang lebih spesifik bisa disebutkan bahwa fokus perhatian ekonomi politik internasional adalah hubungan antara dinamika pasar dengan domestik keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pasar itu di tingkat domestik maupun internasional. Ini berarti bahwa studi ekonomi politik internasional adalah studi tentang hubungan antara politik domestik di berbagai negara dengan ekonomi internasional; atau sebaliknya, ini adalah studi tentang dampak kekuatan pasar yang beroperasi dalam ekonomi internasional terhadap politik domestik negara-negara tertentu.2. Teori-teori yang berkaitan dengan EPIa. Teori MerkantilismeMerkantilisme adalah pandangan dunia tentang elit-elit politik yang berada pada garis depan pembangunan negara modern. Merkantilisme melihat perekonomian internasional sebagai arena konflik antara kepentingan nasional yang bertentangan daripada sebagai wilayah kerjasama dan saling menguntungkan. Persaingan ekonomi antar negara dapat mengambil dua bentuk yang berbeda. Pertama, merkantilisme bertahan atau ramah, adalah negara memelihara kepentingan ekonomi nasionalnya sebab hal tersebut merupakan unsur penting dalam keamanan nasionalnya. Kebijakan seperti itu tidak memiliki dampak negatif pada negara lain. Kedua, merkantilisme agresif atau jahat, yaitu megara-negara berupaya mengeksploitasi perekonomian internasional melalui kebijakan ekspansi. Sebagai contoh, imperalisme kekuatan kolonial bangsa Eropa di asia dan Afrika.
    Merkantilisme dengan demikian melihat kekuatan ekonomi dan kekuatan politik militer sebagai tujuan yang saling melengkapi, bukan saling bersaing dalam lingkaran arus balik positif. Pencapaian kekuatan ekonomi mendukung pengembangan kekuatan politik dan militer negara dan kekuatan politik dapat meningkatkan dan memperkuat ekonomi negara. Kaum merkantilis menyatakan bahwa perekonomian seharusnya tunduk pada tujuan utama peningkatan kekuatan negara, politik harus di utamakan daripada ekonomi. Tetapi isi dari kebijakan-kebijakan spesifik yang direkomendasikan untuk menjalankan tujuan tersebut telah berubah sepanjang waktu.

    b. Liberalisme ekonomiAdam Smith, bapak Liberalisme ekonomi, yakin bahwa pasar cenderung meluas secara spontan demi kepuasan kebutuhan manusia. Ekonomi liberal didasarkan pada pemikiran bahwa jika di biarkan sendiri perekonomian pasar akan berjalan spontan menurut mekanisme atau hukumnya sendiri. Hukum ini dipandang melekat dalam proses produksi ekonomi dan perdagangan. Kaum liberal berpendapat bahwa aliran modal, barang dan jasa yang bebas diantara negara-negara sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara global. Kaum ekonomi liberal menolak pandangan kaum merkantilis bahwa negara adalah aktor dan fokus sentral ketika menghadapi permasalahan ekonomi. Aktor sentral adalah individu sebagai konsumen dan sebagai produsen. Pasar adalah arena terbuka tempat para individu bersama-sama menukarkan barang dan jasa. Kaum liberal selanjutnya menolak pandangan” zero sum” kaum merkantilis, suatu pandangan bahwa keuntungan ekonomi suatu negara sebenarnya merupakan kerugian ekonomi negara lain. Kaum ekonom liberal terdahulu menyebut Laissez faire yaitu kebebasan pasar dari semua jenis pembatasan dan peraturan politik.Ringkasnya, kaum ekonomi liberal berpendapat bahwa perekonomian pasar merupakan suatu wilayah otonom dari masyarakat yang berjalan menurut hukum ekonominya sendiri. Pertukaran ekonomi bersifat “ positive sum game” dan pasar cenderung akan nampak memaksimalkan keuntungan bagi semua individu, rumah tangga, dan perusahaan yang berpartisipasi dalam pertukaran pasar. Perekonomian merupakan wilayah kerjasama bagi keuntungan timbal balik antar negara dan juga antar individu. Dengan demikian, perekonomian internasional seharusnya di dasarkan perdagangan bebas.

    c. MarxismeTeori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara, tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain; sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital).
    Kaum Marxis sepakat dengan kaum merkantilis bahwa politik dan ekonomi sangat berkaitan, keduanya menolak pandangan kaum liberal tentang bidang ekonomi yang berjalan dengan hukumnya sendiri. Tetapi, sementara kaum merkantilis melihat ekonomi sebagai alat politik, kaum marxis menempatkan ekonomi yang pertama dan politik yang kedua. Bagi kaum marxis, perekonomian kapitalis didasarkan pada dua kelas sosial yang bertentangan salah satu kelas, kaum borjuis, memiliki alat-alat produksi. Sedangkan kaum proletar hanya memiliki kekuatan kerjanya saja, yang harus di jual pada borjuis. Tetapi buruh lebih banyak bekerja di banding yang ia dapatkan kembali. Terdapat nilai tambah yang diambil kaum borjuis. Hal ini merupakan keuntungan kapitalis, dan keuntungan itu berasal dari eksploitasi tenaga kerja.Pandangan kaum Marxis tersebut disebut “Matrialisme”. Hal ini didasarkan pada pernyataan bahwa aktivitas inti dalam masyarakat manapun hirau dengan cara-cara bagaimana manusia menghasilkan alat-alat eksistensinya.Teori ekonomi politik internasional saat ini yang berdasarkan kerangka Marxisme adalah analisis Immanuel Wallerstein tentang perkembangan sejarah perekonomian dunia kapitalis. Wallerstein memberikan banyak tekanan pada perekonomian dunia dan cenderung mengabaikan politik Internasional. Ia mempercayai perekonomian dunia sebagai pembangunan yang tidak seimbang yang telah menghasilkan hierarki dari wilayah core, semi periphery, dan periphery. Yang kaya dari wilayah core (Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang) digerakkan atas penderitaaan wilayah periphery (Dunia Ketiga). Wellerstein melihat akhir Perang Dingin dan kehancuran blok Soviet sebagai akibat dari perkembangan perekonomian dunia kapitalis. Meskipun demikian, prospek jangka panjang adalah kehancuran system kapitalis, sebab. Kontradiksi dari system tersebut sekarang dibiarkan pada sekala dunia. Keberhasilan, bukan kegagalan, merupakan ancaman nyata bagi kapitalisme global, ketika kemungkinan perluasan semuanya digunakan, upaya tanpa akhir dalam mencari keuntungan akan mengakibatkan pada krisis baru dalam perekonomian kapitalis dunia yang, cepat atau lambat, akan menengarai kematiannya.Perekonomian adalah tempat eksploitasi dan perbedaan antar kelas sosial, khususnya kaum borjuis dan kaum proletar. Politik sebagian besar ditentukan oleh konteks sosial ekonomi. Kelas ekonomi yang dominan juga dominan secara politik. Hal itu berarti bahwa dalam perekonomian kapitalis kaum borjuis akan menjadi kelas berkuasa. Pembangunan kapitalis global bersifat tidak seimbang bahkan menghasilkan krisis dan kontradiksi, baik antar Negara maupun antar kelas sosial.Keterkaitan antara ekonomi politik domestik dan internasional.Hubungan internasional pada dasarnya mengandung interaksi yang bersifat ekonomi dan politik internasional. Ekonomi Politik Internasional mengulik teori-teori dari dua disiplin ilmu, ekonomi dan politik seperti masalah sistem moneter, perdagangan internasional, pembangunan ekonomi dan lain sebagainya. Ini merupakan studi mengenai masalah internasional yang terfokus pada masalah-masalah interdependensi kompleks yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari manusia.Sistem ekonomi memang pada dasarnya dikendalikan oleh sistem pasar internal, namun karena kerjasama yang dilakukan antar negara, membawa faktor eksternal sebagai penentu arah selanjutnya. Faktor eksternal yang mempengaruhi bergeraknya pasar contohnya seperti struktur masyarakat, perkembangan teknologi dan kerangka politik, baik kerangka politik domestik maupun kerangka politik internasional. Ekonomi Politik merupakan studi dimana terjadi saling keterkaitan antara ekonomi dan politik dalam kancah domestik. Suatu negara akan berupaya untuk menstabilkan ekonomi nasional dan menjadikannya sebagai salah satu penopang bagi kelancaran sistem politik nasional.Lalu apa bedanya dengan Ekonomi Politik Internasional? Penambahan kata Internasional disini ditujukan untung membedakan ruang lingkupnya. Ekonomi Politik terfokus pada ruang lingkup domestik, sedangkan Ekonomi Politik Internasional lebih kepada ruang lingkup global atau internasional. Ekonomi politik memfokuskan diri pada dinamika ekonomi dan politik dalam negeri itu sendiri. Bagaimana usaha suatu negara untuk memakmurkan negaranya melalui jalur ekonomi dan politik sebagai penghantarnya. Keduanya menjadi aspek penting untuk para pelaku ekonomi dan politik dalam upaya mencapai kestabilan dalam negeri.Apabila suatu negara mengembangkan sayapnya ke kancah dunia internasional dengan menjalin kerjasama dengan negara lain atau ikut serta dalam perdagangan internasional, itulah yang dinamakan Ekonomi Politik Internasional. Sistem politik dan ekonomi berjalan beringingan dan bergerak dari jalur domestik menuju ke jalur internasional. Dalam kancah internasional, ekonomi politik menunjukan adanya kerjasama antara negara satu dengan negara yang lain dalam memenuhi atau mencapai tujuannya. Mereka saling berinteraksi dan bekerjasama, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Keduanya akan selalu saling mengiringi dalam prosesnya meskipun pada dasarnya merupakan dua hal yang berbeda. Struktur dan sistem ekonomi internasional sebagian besar dipengaruhi oleh struktur dan operasi sistem politik internasional. Begitu pula dengan proses pembuatan kebijakan-kebijakan ekonomi juga secara tidak langsung digiring oleh kepentingan politik. Kepedulian politik pun akan selalu berpengaruh terhadap pembuatan kebijakan ekonomi.
Bab III sibat Buat sendiri ya..!

























Jago Copy - Google

Selengkapnya

Minggu

Sistem dan Konsep Uang dalam Ekonomi Islam

3 komentar

Konsep Uang dalam Ekonomi Islam
Agustianto Kesalahan besar ekonomi konvensional ialah menjadikan uang sebagai komoditas, sehingga keberadaan uang saat ini lebih banyak diperdagangkan daripada digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan. Lembaga perbankan konvensional juga menjadikan uang sebagai komoditas dalam proses pemberian kredit. Instrumen yang digunakan adalah bunga (interest). Uang yang memakai instrumen bunga telah menjadi lahan spekulasi empuk bagi banyak orang di muka bumi ini. Kesalahan konsepsi itu berakibat fatal terhadap krisis hebat dalam perekonomian sepanjang sejarah, khususnya sejak awal abad 20 sampai sekarang. Ekonomi berbagai negara di belahan bumi ini tidak pernah lepas dari terpaan krisis dan ancaman krisis berikutnya pasti akan terjadi lagi. Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar (medium of exchange), bukan sebagai barang dagangan (komoditas) yang diperjualbelikan seperti sekarang ini. Ketentuan ini telah banyak dibahas ulama seperi Ibnu Taymiyah, Al-Ghazali, Al-Maqrizi, Ibnu Khaldun dan lain-lain. Hal dipertegas lagi Choudhury dalam bukunya “Money in Islam: a Study in Islamic Political Economy”, bahwa konsep uang tidak diperkenankan untuk diaplikasikan pada komoditi, sebab dapat merusak kestabilan moneter sebuah negara. Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction), bukan untuk spekulasi. Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (bai’ al muqayyadah), dimana barang saling dipertukarkan. Menurut Afzalur Rahman, Rasulullah Saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kelemahan - kelemahan akan sistim pertukaran ini, lalu beliau ingin menggantinya dengan sistim pertukaran melalui uang. Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka. Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata Ibn Yasar, Abu Said dan Abu Hurairah, dan Abu Said Al Khudri. Dari Abu Said r.a, katanya : “Pada suatu ketika, Bilal datang kepada Rasulullah saw membawa kurma Barni. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Kurma dari mana ini ?” Jawab Bilal, “Kurma kita rendah mutunya. Karena itu kutukar dua gantang dengan satu gantang kurma ini untuk pangan Nabi SAW.” Maka bersabda Rasulullah SAW, lnilah yang disebut riba. Jangan sekali-kali engkau lakukan lagi. Apabila engkau ingin membeli kurma (yang bagus), jual lebih dahulu kurmamu (yang kurang bagus) itu, kemudian dengan uang penjualan itu beli kurma yang lebih bagus.” (H.R Bukhari Muslim). Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa Nabi Saw memerintahkan agar menjuall kurma (yang kurang bagus) terlebih dahulu, kemudian uang penjualan itu digunakan untuk membeli kurma yang berkualitas bagus tadi. Jadi Nabi saw melarang menukar secara langsung 2 sha’ kurma kurang bagus dengan 1 sha’ kurma yang berkualitas bagus. Rasulullah Saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistim barter, karena itu beliau menganjurkan penggunaan uang sebagai alat tukar. Sementara itu, menurut Dr. Rif at al-‘Audi, dalam bukunya Min al-Turats al-Iqtishad li al-Muslimin, bahwa uang merupakan konsep aliran (flow concept) yaitu yang tidak bisa dijadikan komoditas , sedangkan capital bersifat konsep persediaan (stock concept). Dalam ekonomi konvensional terdapat beberapa pengertian seperti yang diungkapkan

oleh Frederick Mishkin dalam bukunya Economiss of Money, Banking and Financial Institutionas. Islam tidak mengenal konsep time value of money (yang popular dengan istilah—time is money), tetapi Islam mengenal konsep economic value of time yang artinya bahwa yang bernilai adalah waktunya itu sendiri. Islam memperbolehkan pendapatan harga tangguh bayar lebih tinggi dari pada bayar tunai. Yang lebih menarik adalah dibolehkannya penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan disebabkan time value of money, namun karena semata-mata karena ditahannya aksi penjualan barang. Sebagai contoh, bila barang dijual tunai dengan untung Rp.500,- maka penjualan dapat membeli lagi dan menjualnya kemudian sehingga dalam satu hari itu keuntungannya Rp.1000,sedangkan bila dijual tangguh bayar maka hak Penjual jadi tertahan, sehingga ia tidak dapat membeli lagi dan menjual lagi, akibat lebih jauh itu, hak dari keluarga dan anak Penjual untuk makan malam tertahan pada pembeli. Alasan Inilah, yaitu tertahannya hak penjual yang telah memenuhi Kewajiban (penyerahan barang) maka Islam membolehkan harga tangguh lebih tinggi dari pada harga tunai. Adapun motif permintaan akan uang— dalam Islam—adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction). Dalam konsep Islam, tidak dikenal money demand for speculation, karena spekulasi tidak diperkenankan. Lain halnya dengan sistem konvensional yang tentunya membuka peluang lebar-lebar dengan kebolehan dalam memberikan bunga atas harta. Islam malah menjadikan uang (harta) sebagai objek zakat, uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang dibawah bantal atau dibiarkan tidak produktif dilarang, karena hal itu mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan uang merupakan alat-tukar yang meringankan beban manusia dalam pelaksanaan tukar-menukar, sebab uang itu berguna bagi umum dan dapat digunakan oleh umum. Dengan redaksi lain bahwa uang merupakan segala sesuatu yang diterima umum diterima sebagai alat penukar. Dalam ekonomi konvensional uang ‘seolah-olah’ dijadikan manusia sebagai, “tuhan”, Dimana masyarakat memandang uang adalah segalanya, sebagai alat yang penting dan diletakkan sebagai nomor wahid. Manusia kian berpacu dalam mencari uang. Kekayaan diukur dengan banyak sedikitnya uang. Bahkan kesenangan seolah-olah dilukiskan dengan memiliki uang. Hal ini yang memacu ekonomi konvensional sebab memandang uang sebagai medium of exchange juga sebagai store of value / wealth. Lain halnya dimensi ekonomi Islam bahwa uang merupakan segala sesuatu yang umum diterima dan dinilai hanya sebagai alat penukar (medium of exchange) bukan sebagai alat penimbun kekayaan (store of wealth / value). Banyak lagi perbedaan yang prinsipil di antara kedua konsep ekonomi tersebut, antara lain : bahwa menurut Islam uang adalah public good, sedangkan dalam ekonomi konvensional adalah private goods. Uang sebagai public good, berarti bahwa uang pada dasarnya secara fungsional adalah milik umum, karena itu uang harus beredar di dalam perekonomian. Uang tidak boleh ditimbun (iktinaz); uang tidak boleh idle (menganggur), ia harus diproduktifkan dalam bisnis riil, seperti melalui investasi mudharabah atau musyarakah. Uang yang ditimbun akan membuat perekonomian lesu darah. Karena itu Imam Ghazali melarang menjadikan uang dinar dan dirham menjadi perhiasaan, karena menjadikannya sebagai perhiasaan berarti menarik uang dari peredaran dan memenjarakan uang. Bila uang terpenjara, itu berakibat buruk bagi perekonomian. Jadi,

menurut ekonomi Islam, uang adalah flow concept, bukan stock concept sebagaimana dalam ekonomi konvensional. Dalam Islam, uang bagaikan air yang mengalir. Air yang tidak mengalir akan menimbulkan penyakit. Untuk itulah uang harus senantiasa terus berputar secara alami dalam perekonomian, semakin cepat uang berputar dalam perekonomian maka akan semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka akan semakin baik perekonomian. Bagi mereka yang tidap dapat mengaktifkan hartanya, ‘lagi-lagi’ Islam sangat menganjurkan untuk melakukan investasi dengan perinsip mudharabah atau musyarakah. Dalam hal ini Nabi bersabda, Ketahuilah, Siapa saja di antara kamu yang memelihara harta anak yatim, sedangkan anak yatim itu memiliki uang (dinar-dirham), maka bisniskanlah, jangan dibiarkan idle, sehingga nanti uang itu habis dimakan sedeqah/zakat (Penulis adalah Sekjend Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)dan Dosen Pascasarjana PSTTI UI dan Pascasarjana Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti)

Sumber : Google.com
Editor : Jago Copy Blogspot

Selengkapnya

Lintas Islam

Selengkapnya »

Informasi

Selengkapnya »

Lintas Budaya

Selengkapnya »

Lintas Makalah

Selengkapnya »
 

Followers

Category Faforit

Copyright © JAGO COPY BLOGSPOT | All Right Reserved.
Template By Ervanda.info
Bloggers - Meet Millions of BloggersHosting Gratis