HOME
HEADLINE NEWS :
 

Jumat

CONTOH MAKALAH SDM

0 komentar
Assalam Mu'alaikum Wr.Wb, Selamat sore sahabat Jago Copy, hari ini admin mengupdate Contoh Makalah SDM yang samplenya di ambil dari Profinsi Riau, oa sobat sorry ya kalau isi dari makalahnya agak kurang lengkap,
Kata pengantar, daftar isi, dan dafar pustaka sobat buat sendiri ya...?
Contoh Makalah SDM

PENDAHULUAN

1.     LATAR BELAKANG

Masalah kependudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan yang akhirnya akan bermuara pada tingkat pengangguran. Permasalahan dewasa ini adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang berpengaruh pada tingginya  penyediaan (supply) tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan pengangguran dan setengah pengangguran.
Kondisi ini merupakan permasalahan mendasar yang dihadapi  Provinsi Riau dalam menangani masalah ketenagakerja-an. Salah satu akibat utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup penduduk di negara berkembang dalam hal ini termasuk Indonesia adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia.
Jika dibandingkan dengan negara-negara maju pemanfaatan sumber daya yang dilakukan di Indonesia demikian juga halnya yang terjadi di Provinsi Riau relatif sangat rendah. Selain itu, yang menjadi permasalahan lagi adalah tidak semua mereka yang melakukan migrasi ke Provinsi Riau tersebut memiliki keahlian tertentu sehingga sebahagian dari mereka turut menambah jumlah penggangguran dan permasalahan ketenagakerjaan di daerah ini. Dan lebih parahnya lagi, jumlah pengangguran itu semakin tahun semakin bertambah.

BAB II
PEMBAHASAN
Adapun penyebab utamanya ada dua hal, pertama disebabkan adanya pengangguran terselubung, artinya orang-orang bekerja dibawah kapasitas optimalnya. Ini terlihat dari banyaknya tenaga kerja di daerah pedesaan maupun di perkotaan di Provinsi Riau yang bekerja di bawah jam kerja normal, mereka hanya bekerja harian, mingguan bahkan musiman. Yang kedua adalah karena tingginya tingkat pengangguran penuh atau terbuka, yakni orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.
Pengangguran terselubung di Provinsi Riau banyak terdapat pada sektor pertanian dan sektor-sektor informal, sepintas lalu mereka kelihatan bekerja secara penuh sepanjang hari. Namun sebenarnya untuk penyelesaian pekerjaan-pekerjaan yang biasa mereka tangani tersebut tidak memerlukan waktu sepanjang hari. Tekanan terhadap sektor industri seringkali mengakibatkan adanya pengangguran tertutup tersebut.
Apabila setiap pekerjaan yang tersedia selalu digarap beramai-ramai maka orang yang bersangkutan yakni separuh bekerja separuh menganggur tidak akan kelihatan jelas.
Dengan mempertimbangkan tingkat kelahiran yang terjadi di Provinsi Riau pada saat ini, maka bisa dipastikan bahwa penawaran tenaga kerja di Provinsi Riau akan meningkat. Hal ini berarti penyediaan lapangan kerja harus segera dilipatgandakan demi memenuhi tuntutan pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat tersebut. Sementara itu, daerah di Provinsi Riau terutama pada daerah perkotaan semakin padat dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit karena semakin banyak orang dari luar Provinsi Riau yang melakukan migrasi dalam rangka mencari pekerjaan.
Pertumbuhan lowongan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja ataupun jumlah mereka yang mencari pekerjaan menyebabkan terjadinya peningkatan pengangguran. Kondisi ini bukan saja terjadi dalam satu daerah tetapi juga antar daerah. Provinsi Riau yang dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan mengeliat perekonomiannya menjadi incaran para pencari kerja untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
Dari contoh data yang ada, terlihat bahwa pencari kerja dengan penempatan kerja kerja sangat tidak sebanding, hal inilah yang menjadikan jumlah pengangguran di Provinsi Riau tiap tahunnya selalu menunjukkan angka yang meningkat. Data di atas adalah data tahun 2006, sisa pencari kerja tahun 2005 untuk laki-laki berjumlah sebanyak 19.752 orang sedangkan perempuan sebanyak 16.881 orang. Sedangkan pencari kerja tahun 2006 untuk laki-laki sebanyak 17.489 orang dan perempuan 12.415 orang, lowongan yang akan diisi hanya untuk 1.363 orang laki-laki dan 1.175 orang perempuan. Pada saat yang sama juga dilakukan penghapusan, dimana untuk laki-laki sebanyak 3.147 orang dan perempuan sebanyak 2.485 orang, ini artinya sisa pencari kerja untuk tahun 2006 adalah, laki-laki sebanyak 20.636 orang dan perempuan sebanyak 14.900 orang. Sisa pencari kerja ini akan menjadi pengangguran kalau ia tidak berusaha untuk mencari pekerjaan lain pada waktu itu. Sisa pencari kerja ini biasanya akan berusaha untuk melamar kembali bulan atau tahun berikutnya, sehingga akan terjadi lagi kompetisi yang sangat ketat dalam memperebutkan sisa lowongan pekerjaan yang tersedia, karena jumlah pencari kerja ini akan semakin meningkat karena adanya pencari kerja yang baru diluar sisa pencari kerja yang gagal memasuki lowongan kerja tahun sebelumnya. Kondisi inilah yang sangat sulit untuk diatasi bagi Provinsi Riau. Pencari Kerja yang Belum Ditempatkan Menurut Profesi No.PROFESI Pencari Kerja yang Belum di Tempatkan (Awal Tahun 2007). Lowongan yang belum di Penuhi (Awal Tahun 2007) Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan1.2.3.4.5.6.7. Tenaga Teknik Ahli, Tenaga Pemerintahan , Tenaga Tata Usaha, Tenaga Usaha Penjualan, Tenaga Usaha jasa, Tenaga Pertanian, Tenaga Produksi, Operator dan Tenaga Lainnya 2.61541513.66313760619815.0972.73437113.7853709541287.29400000000000000 J U M L A H= 32.73125.63600 (Sumber : DISNAKER Provinsi Riau). Terlihat bahwa kebanyakan pencari kerja adalah tamatan universitas, namun sangat disayangkan lowongan kerja untuk mereka tidak ada sama sekali.
Dari berbagai profesi pencari kerja yang ada di Provinsi Riau, tenaga produksi, operator, alat angkutan dan tenaga lainnya merupakan yang paling banyak, yaitu untuk laki-laki sebanyak 15.097 orang atau 46.12 persen, sedangkan perempuan sebanyak 7.294 orang atau 28.45 persen. Tenaga tata usaha menempati urutan kedua, yaitu sebanyak 13.663 orang atau 41.74 persen untuk laki-laki dan 13.785 orang atau 53.77 persen untuk perempuan. Tenaga teknik/ahli juga masih banyak yang belum ditempatkan, yaitu sebanyak 2.615 orang atau 7.98 persen untuk laki-laki dan 2.734 orang atau 10.66 persen untuk perempuan. Namun sangat disayangkan, dari begitu banyak tenaga kerja yang belum ditempatkan disebabkan tidak ada lowongan pekerjaan sama sekali. Jumlah ini tiap tahun akan selalu bertambah, sementara lowongan yang tersedia sangat terbatas.

BAB III
PENUTUP

1)   KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa seandainya volume pekerjaan yang ada di bagi secara merata maka mereka akan segera kelihatan dan praktek pengangguran terlindungi yang tidak efisien itu akan lebih mudah terlihat, sehingga lebih mudah pula untuk diatasi.
Selain itu, diharapkan juga bagi mereka yang mempunyai keahlian agar bisa mengembangkan keahliannya tersebut untuk lebih bersikap mandiri, sehingga tidak menunggu lowongan pekerjaan yang tersedia baik di pemerintahan maupun di swasta.
Begitu juga hendaknya perusahaan baik lokal maupun asing agar lebih memperhatikan tenaga kerja lokal dalam mengambil tenaga kerja di perusahaan. Hal ini untuk menghindari ke-cemburuan sosial bagi penduduk tempatan, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Upaya Pemerintah Daerah dalam menghimbau perusahaan untuk mengambil tenaga kerja tempatan sudah dilakukan, sekarang tinggal bagaimana kepatuhan suatu perusahaan untuk melaksanakannya. Pemerintah Daerah harus bersikap tegas jika sekiranya suatu perusahaan tidak mematuhi peraturan yang sudah ditentukan. Jalan seperti inilah nantinya akan bisa mengurangi pengangguran yang ada di Provinsi Riau.

Sumber By : Berbagai Sumber
Editor : Admin Jago Copy - Jago Copy Blogspot
Unduh Adobe Flash player
Patut saya ucapkan terima kasih kepada sobat, atas kunjungannya ke Jago Copy Blogspot
  • Oya Sobat Qu, Jangan lupa Komentarnya, Like Facebook Jago Copy dan Follow Twitter saya ya.. dibawa ini

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih atas kunjungan, Jangan lupa komentarnya

    Lintas Islam

    Selengkapnya »

    Informasi

    Selengkapnya »

    Lintas Budaya

    Selengkapnya »

    Lintas Makalah

    Selengkapnya »
     

    About Me

    Foto saya

    Ervanda Saputra / Ungo
    Pemilik Webblog ini Ervanda Saputra atau lebih dikenal dengan gelar Ungo, ungo mulai terjun didunia bloging sejak
    pertengahan tahun 2007, awalnya ungo memag tidak mengenal yang namanya internet apalagi dengan bloging ini..! Selengkapnya

    Followers

    Pengikut G+

    Copyright © JAGO COPY BLOGSPOT | All Right Reserved.
    Template By Ervanda.info
    Bloggers - Meet Millions of BloggersHosting Gratis